Rabu, 02 Desember 2015

Coretan


Sulit lidah ini untuk berucap sepatah kata
Karna dirimu tlah menjahit rasa yg tak perna asa
Hadir tanpa kata yang menjerat sebagian rasa

Aku tahu diriku bukanlah raja di atas tahta
Tp cinta tak pernah ada dalam pandangan mahkota
Seperti sang mentari kepda titah tuhanya
Cinta . . .
Kau tak sadari aku yg tertunduk rapi menunggu datangnya waktu hatimu terbuka
Biarlah jika dirimu tak mau membuka aku ingin menunggu sampai sayap sayapku patah karna waktu
Menunggu waktu dimana tuhan berkata waktuku tlah habis mencintai. .
coretan ini hanyalah sampah tak berarti
yang menjadi sebagian cerita dalam bahtera tubuh mengarunginya


Senin, 09 November 2015

Cinta Ini

sejak kau bertemu lelaki bermata lembut,,
ada yang yang terkejut didalam mu,,
kau menyepi,,
sendiri,,hilang,, entah kemana,,
dan terkadang tersenyum entah untuk siapa,,

mungkin kau sedang  berkelana,,
kau pahat langit melalui anganmu,,
kau pilah malam dengan bayangan,,

kau  diam dan termenung,,
entah apa yang kau pikirkan
kau layang kan semua angan yang ada di otak mu
dengusan kecil pun aku dengar,,

hingga detik pun malas berputar,,
kau masih diam,,tanpa bahasa,,
kau yang berkata,
aku tak pernah mengerti
dalam peluh lama yang kau kenal
atau engkau takut,,?
Hingga kau katakan
Bila kala raga hanya ini
Maka adakah rasa yang menari di setiap hampaan malam

 yang menjadikan warna bermaian dibenakmu 

Sabtu, 07 November 2015

TANPA JUDUL NYATA
kukosongkan selembar halaman buku-ku namun tak cukup menampungmu,
 meringkasmu menjadi susunan abjad yang kurentangkan sejauh jangkauan pikiranku mengejamu dalam kelamnya waktu, 
dalam kelambu hujan yang riuh bersuara tawamu yang lebih merdu dari sonet Neruda bagi siapa saja yang membacanya dengan takjub. 
selalu saja ada ingatan yang mengakar lalu tumbuh kembali serupa bunga dengan warna yang tak lagi kukenali, lebih indah dari sebelumnya
, tiap kali kutebas setangkai kisahmu dan kuletakkan pada tiap lembar buku yang akhirnya memaujud sosok sempurna; pesona alam subuh yang menyegarkan pikiran tanpa gaduh selepas embun jatuh pada telapak daun yang tak pernah mengaduh meski akhirnya kembali kering oleh matahari dan angin pancaroba yang menabuh.


Namamu

Mungkin kau tak pernah tahu apa yang kutulis disini
Yang terkadang tak tereja di setiap syairnya
Yang takkan pernah selesai kurangkai untukmu
Dan tak tak pernah lelah kugoreskan di tiap aksaranya
Hingga kata yang kupintal menjadikan namamu

Izinkan aku mencintaimu meski dalam goresan pena
Aku ingin mencintaimu layaknya mentari
Yang bergulir sempurna dari kanan ke kiri
Aku ingin mencintaimu seperti udara
Yang tak terlihat namun dapat kau rasa
Aku ingin mencintai mu
 seperti hangatnya mentari dengan titah tuhannya
aku ingin mencintaimu seperti air
yang tenang mengalir pada tujuan nya


Mungkin bagimu rinduku tak kasat mata
Rindu yang tak terbaca yang tak kau pahami maknanya
Biarkanlah aku simpan dan kurajut dalam hati
Tentangmu

Pada sedikit kisah hidupmu yang pernah kau bagi cerita
Pada sekeping hatimu yang rela kutumbuhi bunga
Tentangmu

Namamu yang selalu menggetarkan sekeping hatiku

Jumat, 25 September 2015

kepada pria dan wanita akhir zaman
Kepada pria pria akhir zaman..
kepada wanita yang kau jadikan pasangan
Karena wanita juga punya keterbatasan
Ingatlah....
Wanita yang akan kau nikahi tak setangguh Khadijah...
Yang mengorbankan apapun untuk kekasih Allah.
Ia tak seperti Aisyah,yang luar biasa kecerdasannya
Ia juga tak sesholehah Fatimah Az-Zahra.
Karena ia hanya wanita akhir zaman.
Yang tentu memiliki banyak kesalahan dan dosa.
Ia hanya ingin mendampingimu dengan sederhanaan yang dimilikinya.
menjadi satu satunya hawa dalam duniamu.menemanimu dalam sisa hidupnya.
Bersama mengarungi sisa sisa episode kehidupan dariNya....

Kepada pria pria akhir zaman....
sayangilah pendampingmu...
seperti engkau menyayangi dirimu sendiri.
Jika engkau menyakitinya...
Ingatlah bahwa engkau telah menyakiti dirimu....
Karena wanita adalah mahkluk indah yg diciptakan dari rusukmu
bagian dari dirimu.....

Kepada wanita wanita akhir zaman...
Ingatlah...
Pria yang akan kau nikahi tak akan sesempurna Muhammad..
Tak akan sekaya sulaiman,dgn harta harta duniawi yang dititipkan Nya.
Ia juga tak setampan Yusuf, karena ia hanya pria pria akhir zaman.
Yang akan menjadi imam diduniamu dan akheratmu...
Yang akan mendampingimu disurgaNya
dan menjadi ayah dari para mujahid n mujahidah
dari rahimmu...

Kepada wanita wanita akhir zaman...
sayangilah pendampingmu ...lebih dari engkau menyayangi dirimu sendiri
Karena merekalah yang akan membopongmu ke surgaNya...
Berbaktilah mereka.... karena surgamu terletak pada keridhoannya....











Minggu, 06 September 2015

lebarnya jilbab ku bukan karena diriku lebih baik
tapi hanya ingin lebih baik
panjang nya kerudungku bukan karena diriku wanita suci tanpa noda
tapi tak ingin membuat liar pandangan para pria
tertutup rapat aurat ku bukan berarti diriku mulus tanpa dosa
melaikan aku hanya ingin menutup satu pintu
dosa yang biasa dilakukan oleh wanita
serta berusahamenaati salah satu perintahnya

dan mungkin aku tidaklah semulia
khadijah
tak setaqwa
aisyah
pun tidaklah setabah
fatimah
karna ku cuma seorang wanita akhir zaman
yang punya cita-cita menjadi
wanita sholehah

ya allah izinkan aku menggelar sajadah di belakang nya
yang mengajariku akan syariat islam mu ...
yang mengenalkan ku akan tiang agama mu
ya allah izinkan ia menjadi imam ku kelak
baik di dunia maupun di akhirat
ya allah bukan aku tak percaya akan janji mu
melainkan tetapkan lah  hati dan jiwa
di bawah limpahan yang mengantarkan ku pada sosok imam ku yang sejati

ya allah jagalah ia yang saat ini tengah menunggu ku
pertemukan kami dissat kami berdua siap untuk jatuh cinta
bukan karna aku tak punya rasa cinta dan kasih sayang
melainkan rasa ini aku simpan hingga nanti
saat semua kehalalan datang menjemput ku